Sabtu, 13 Desember 2014

Perspektif: Mahal atau Murah


"Mungkin Tuhan bosan mendengar doa saya, bro. Ekonomi keluarga saya tak pernah berubah.
Selalu saja pas-pasan."
"Memagnya berapa kali sehari kamu berdoa?"
"Sekitar 10 kali sehari. Padahal tiap kali doa kuhabiskan hampir satu jam."
"Ya..terang aja, kapan kamu kerjanya?"

"Lho itu dulu. Sebulan yang lalu. Sekarang tetap 10 kali tapi hanya sekitar 10 menit,
dan tentu saja disela-sela kerja. Tak pernah berubah juga...?"
"Kan baru satu bulan terakhir? Mana ada doa dan usaha langsung keliatan hasilnya saat itu juga?"
"Ia...ya... Pantesan..? "

"Bentar.. Memang isi doamu seperti apa?"
"Ya, selalu kuminta Tuhan agar rezeki saya yang murah datangnya."
"Hahahaha kalau begitu cobalah rubah dengan 'Yang Mahal Datangnya'."
"Lho.. kan biasanya orang menyebut "Tuhan murahkanlah rezeki"."
"Maka coba ganti dengan "Tuhan mahalkanlah rezeki."
"Hahahahahaha......"*** Francis Lamanepa
Share this article now on :

Posting Komentar