GALERI

GALERI

KALENDER LITURGI

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2017

REPLIKA SURGA DALAM TAURAT DAN SURGA ASLI

Raja Manu dengan perahu saat Air Bah

Sumber tertulis awal yang jadi rujukan tentang Kisah Penciptaan dan Eden [‘Surga’] mau tidak mau pada Kitab Kejadian [Taurat]. Disebutkan di pasal 2 dan 3 tentang sebuah Taman di Eden bukan Taman Eden; di sebelah Timur [Kej. 2:8]. Eden merupakan nama suatu tempat atau wilayah. [Sebelah Timur dari keberadaan sang penulis kitab itu; timurnya Israel].

Dalam Taurat, banyak kisah yang terjadi dan/atau berhubungan dengan Kawasan Mesopotamia. Memang waktu itu, kerajaan² dan/atau dinasti yang memerintah Mesopotamia [Akkadia, Asyur, Sumer[ia], Babilonia] sangat dominan di wilayah Timur Tengah. Bahkan mampu menaklukan hingga Kanaan [Israel, Ibrani].

Termasuk Abraham yang berasal dari Ûr-Kasdim, sebagian [besar] kisahnya di Taurat terjadi di kawasan Mesopotamia dalam perjalanan bersama keluarganya menuju Kanaan. Perjalanan Abraham tidak setahun duatahun. Puluhan tahun lamanya.

Penaklukan Mesopotamia tentu tidak sekadar membawa pulang hasil rampasan perang dan Abraham hidup di Israel, juga terjadi pembauran budaya termasuk menyebarkan kisah² epik tanah leluhur mereka yaitu Mesopotamia. Apalagi adanya interaksi nyata bani Israel selama pembuangan di Babel.

Maka tidak mengherankan Kisah Penciptaan Kisah Adam/Hawa dan Nabi Nuh [Air Bah] sangat mirip dengan Kisah Enûma Elish, Kisah Shamash/Enkidu, Utnapishtim [Eridu Genesis] Gilgamesh yang adalah kisah² kuno dari Mesopotamia.

Enûma Elish ialah mitos penciptaan Babilonia yang ditemukan oleh Austen Henry Layard pada tahun 1849 dalam bentuk terpisah-pisah di reruntuhan perpustakaan Ashurbanipal di Niniwe, Mosul, Irak, dan dipublikasikan oleh Assyriologist bernama George Smith tahun 1876.

Eridu Genesis adalah Kitab Raja Sumeria yang diperkirakan disusun tahun 2300 SM [jauh sebelum Taurat ditulis]. Eridu adalah "Kota Raja Pertama," dinyatakan dalam ayat seperti ini: "Setelah kerajaan yang turun dari surga, kerajaan itu di Eridu".

Eridu Genesis menceritakan tentang Banjir Besar melanda seluruh negeri. Dimana Utnapishtim diperintahkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal besar dan mengumpulkan para “benih hidup”. Mirip Nabi Nuh kan?

Shamash adalah bahasa Akkadia sang Dewa Matahari. Juga dikenal sebagai Dewa Keadilan. Kisah tentang Shamash ditemukan dalam Gilgames dan pada Hukum Hammurabi. Disebutkan bahwa Hammurabi menulis Hukumnya pada batu dengan huruf Paku itu, atas perintah Shamash.

TRIAD DEWA TERBESAR DI DUNIA

Shamash yang artinya Matahari, kemudian juga dipuja di Kanaan sebagai Shemesh atau Shapesh atau Shapshu, sebagai Dewi Matahari Kanaan [bukan Dewa].

Memang dalam Kitab Ibrani memuja Shemesh dilarang dengan hukuman dirajam. Tetapi tidak sedikit juga dipuja seperti dalam Mazmur 19. Nama Samson sendiri berasal dari kata shemesh, dan satu tradisi rabbi membandingkan kekuatannya dengan kekuatan matahari. Raja Hizkia dan mungkin raja Yudea lainnya menggunakan segel kerajaan dengan gambar yang mirip dengan penggambaran Shamash di Asyur.

Raja Yosia berusaha untuk menghapuskan penyembahan Matahari [2 Raja-raja 23], meskipun nabi Yehezkiel mengklaim bahwa hal itu menonjol lagi pada zamannya, bahkan di Bait Allah Yerusalem sendiri [Yehezkiel 8:16]. Dalam tradisi Yahudi, Hanukkah menorah memiliki cahaya ekstra, yang disebut shamash.

Shamash [Matahari] adalah anak dari Dewa Bulan Nanna, saudara Dewi Ishtar [Sumeria: Inanna], yang mewakili "bintang" besar Venus. Ketiga dewa dewi inilah yang jadi triad dewa dewi utama [Matahari, Bulan, Bintang] Mesopotamia [Babel] hingga kini dalam astrologi meski dengan nama berbeda.

Triad dewa/wi ini ditemukan dalam simbol² Kenisah/Bait Allah di Yerusalem. Bulan adalah simbol bagian beranda mewakili unsur Badan [tubuh] sebagai hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Bintang jadi simbol bagian tengah Kenisah mewakili Jiwa sebagai hubungan manusia dengan sesama. Matahari simbol bagian terdalam Kenisah tempat Tabut Perjanjian mewakili Ruh sebagai hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Dua diantara 3 simbol ini masih kita lihat di ujung kubah salah satu rumah ibadah hingga kini.

EDEN DALAM ALKITAB

Sebagaimana terdahulu di atas, kata Eden muncul pertama dalam Kejadian 2:8. Eden sejatinya bukan nama taman tetapi nama tempat yang letaknya di sebelah timur dari lokasi penulis kitab itu.

Dari berbagai kemiripan kisah Taurat dengan kisah² yang ada di Kawasan Mesopotamia dengan penjabaran seperti di atas, apalagi dengan menyebut dua [2] nama sungai yang ada di daerah itu, tak ayal Eden adalah salah satu tempat yang berada di wilayah Mesopotamia sesuai gambaran Alkitab.

Ini sekaligus menunjukkan pengaruh Mesopotamia sangat dominan dalam Kisah Penciptaan di Alkitab. Atau memang disadur dari kisah² yang menjadi miliknya rakyat Mesopotamia.

Taman Eden berasal dari bahasa Ibrani ‘Gan Eden’ [Arab : Jannatul 'Adn]. Sementara dalam bahasa Sumeria terdapat kosa kata ‘Edin’ yang berarti ‘Daratan’. Bukan tidak mungkin kata Eden berasal dari kata Edin.

Bangsa Sumeria mulanya hidup di Mesopotamia bagian selatan dekat Teluk Persia kini. Asyur di utara di pesisir Sungai Tigris. Sedangkan Akkadia jauh lebih di utara Mesopotamia.

Di kawasan Sumeria selatan terdapat sebuah pusat perdagangan dari Zaman Perunggu di Pulau Dilmun [kini Bahrain] di Teluk Persia, menggambarkannya sebagai 'tempat terbitnya Matahari' dan 'Negeri Orang-orang yang Hidup', sebagaimana Setting mitos penciptaan Sumeria, Enûma Elish.

Setelah kemerosotannya, dimulai pada sekitar 1500 SM, Dilmun mengembangkan reputasinya sebagai sebuah taman kesempurnaan eksotis yang telah lama lenyap, dan hal ini tampaknya telah memengaruhi cerita Taman Eden.

Dalam proses kebalikannya, para penafsir yang berpikiran harafiah kadang-kadang telah berusaha menciptakan sebuah taman yang mirip Eden di pusat perdagangan di Dilmun seperti yang “dituang” dalam Kitab Kejadian [Pasal 2-3].

REPLIKA & SURGA ASLI

Air Bah di Kitab Kejadian dapat dikatakan hanya merujuk pada kisah serupa dalam Gilgamesh bangsa Mesopotamia, sebagaimana dua kisah Banjir di mitologi Yunani kuno yaitu The Deucalion dan Banjir Zeus dalam Buku I dari Ovid Metamorphoses.

Tapi tentu Gilgamesh juga hanya replika sebagaimana kisah penciptaan Enûma Elish. Semua hanya mencoba mengingat kembali surga asli. Banjir Mesopotamia hanya banjir lokal, tidak mendunia karena disebabkan sungai Eufrat.

Apalagi berdasarkan penelitian tahun 1922, ditemukan lapisan delapan kaki garam dan tanah liat yang mendukung klaim bahwa bencana banjir nyata terjadi ada di daerah ini sekitar 2800 SM, sementara dalam perhitungannya masa akhir Pleistosen terjadi pada 11600 tahun yang lalu ditandai meletusnya Krakatau sebagaimana elaborasi Santos penyebab tenggelamnya Atlantis.

Kisah banjir Sumeria sebagai rujukan Alkitab, ternyata tidak satu²nya tertua. Ribuan tahun sebelumnya, kisah banjir Nuh, justru sangat mirip dengan kisah Kisah Raja Dravida yang bernama Manu yang berkaitan dengan Avatar Matsya Purana.

Jika prihal banjir pada Nuh disampaikan oleh Tuhan, maka Raja Manu diingatkan oleh ikan yang dipeliharanya yang tumbuh menjadi ikan raksasa. Ikan itu adalah wujud dari Dewa Wisnu salah satu Triad Dewa di Hindustan [bandingkan dengan Shamash, Nanna, dan Ishtar di Sumeria atau Zeus, Poseidon, dan Hades di Yunani kuno].

Wisnu [Sang Ikan] memerintahkan Manu harus menempatkan elemen yang paling penting di dunia, termasuk tujuh Resi, biji berbagai jenis tanaman, dan sepasang dari setiap jenis hewan. Ketika banjir mulai, ikan berjanji bahwa ia akan menyelamatkan perahu. Manu mengikuti perintahnya, dan sekali banjir terjadi, ikan tetap setia pada janji Nya, membawa perahu ke tempat yang aman.

Manu mengikat perahu ke tanduk ikan dengan Vasuki, ular ilahi. Ikan kemudian membawa perahu saat banjir, sampai mereka mencapai puncak Himalaya. Setelah hujan telah berhenti dan air telah surut, Manu berlayar ke dataran dan memulai hidup baru.

Kisah banjir yang menyebar di seantero dunia mulai tertelusuri muasalnya ke yang pokok tahap-tahap demi tahap yang kemudian muasal itu seperti temuan Arisyo Santos ternyata berada di Indonesia yang adalah yang asal dan asli dari Surga itu demikianpun Steven Oppenheimmer.

Sehingga tidak salah jika di Lamaholotpun terdapat kisah banjir bah dalam tutur turun temurun tentang “Belebo-lebo” baik di Adonara maupun di Solor tentang muasal suku Niron Maran. Ya di kawasan katulistiwa seperti Jewsensiclopedi: “Surga itu tepat berada di tenggaranya Assiria [Asyur] di Katulistiwa”.※※※

©francislamanepa | 28072017 | Dari berbagai sumber |

Read More »
14.12 | 1 komentar

Selasa, 06 Juni 2017

KAMUFLASE KEKURANGAN


Hitler pernah mewawancarai 30 orang pelamar, ketika mencari seorang sopir. Dia memilih pria terpendek diantara mereka. Sopir pribadi sepanjang hidupnya, sekalipun pria ini membutuhkan balok khusus yang di letakkan di bawah kursi pengemudi untuk melihat jalan dari balik setir.

Mengapa tidak sekalian saja memilih orang yang lebih tinggi untuk tidak bersusah membuat balok khusus dan diletakkan di atas kursi sopir sepanjang hidup Hitler? Tentu saja dari 30 orang itu telah diseleksi kemampuan mengemudi dan lain² skill termasuk syarat khusus, mengingat sopir itu orang terdekat Hitler terkait keselamatan pemimpin NAZI tiap saat.

Perawakan Hitler tidak seberapa tinggi apalagi bertubuh gagah. Sebagai seorang pemimpin besar, ia butuh penampilan yang gagah. Apalagi rata² orang yang dipimpinnya bertubuh tinggi besar. Inilah kelemahannya. Tapi ia perlu terlihat besar dan gagah.

Atas dasar itu, dalam kesehariannya ia harus terlihat “lebih” untuk menutupi kekurangannya. Kamuflase. Ia butuh orang yang tiap saat bersama dia tetapi lebih minus darinya. Dan itu sopir. Hitler menggunakan orang lain untuk membuat dirinya terlihat lebih besar dan lebih baik daripada ia sesungguhnya.

Demikianlah apa yang seringkali dilakukan oleh orang yang merasa tidak aman -membuat diri mereka terlihat lebih baik- dengan cara merendahkan orang lain.

“Ketika orang dibuat merasa aman, penting dan dihargai, mereka tak lagi merasa perlu merendahkan orang lain”※※※

©francislamanepa | 31052017 |

Read More »
17.16 | 0 komentar

Kamis, 01 Juni 2017

Isi Pidato Presiden Jokowi Peringatan Hari Lahir Pancasila 2017

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-72 di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6/2017). Foto; kompas.com

Pidato
Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang disampaikan di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6/2017), juga dikumandangkan di penjuru Indonesia.

Pidato Jokowi itu dibacakan masing-masing inspektur upacara yang digelar serentak dari Sabang sampai Merauke.

Berikut isi lengkap pidato Jokowi :

"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya.

Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno.

Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman.

Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita, selalu mengalami tantangan. Kebinekaan kita selalu diuji.

Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan bangsa kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah Air,

Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme dan konflik sosial, yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara.

Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah-masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri ini.

Dengan Pancasila, Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia.

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastur, biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.

Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan.

Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan.

Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Hadirin yang saya hormati,

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan.

Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Terima kasih."※※※ [kompas.com]

Read More »
19.45 | 0 komentar

Kamis, 18 Mei 2017

BERGURU KEPADA BUMI DIPIJAK


Di Kebun Sorghum Andris Pehan Lebuan | Larantuka | Lamaholot |

Ada benarnya pandangan yang ini: "Ketakutan sering diidap karena ketidaktahuan". Dengannya, orang bergegas merumuskan banyak sebab [karena juga ketidaktahuan itu] "dianggap" semata datang dari luar diri. Langkah selanjutnya, upaya pencegahan diterapkan.

Kita lalu begitu mudah membaca, melihat, mendengar, menyaksikan parade "terapannya". Pinjam adagium luar, semula berbagai fenom itu diabaikan, tapi karena faktor Ekskalasi Keseringan [dan viral sengit], akhirnya terganggu hebat; [Tembok warna Hitam, akan disepakati Putih jika selalu disebut berwarna Putih]. Pilihannya: Terlilit: lalu Libatkan Diri atau Ciptakan Resistensi. Sisi Apatis jadi sumir; antara ada dan tiada.

Alurnya tidak mesti demikian ujungnya. Ada Fase Cegah yang bisa digunakan. Fase yang berkaitan dengan "Sebab"; Ketidaktahuan [itu]. Fase ini sebut saja Fase Hibernasi. Meredam agresifitas. Berhenti untuk menyelam dan mencari tahu. Rekonstruksi langkah.

Setidaknya seperti Karl Marx yang harus "menyepi" di Perpustakaan Inggris untuk selesaikan Das Kapital. Thomas A. Edison dipecat dari sekolah dan "berguru" di bengkel rumah. Sang Budha mesti keluar Istana dan mencari hakikat di belantara. Nabi Muhammad mesti bersunyi di Gua Hira dan hijrah ke Madinah. Yehoshua harus memikul dan wafat di Salib.

Langkah harus dihentikan untuk Mengetahui. Pengetahuan. Tapi tidak tentang pengetahuan ke dalam semata. Juga pengetahuan tentang "Peta" dan interaksinya. Tidak hanya Garis sekaligus Titik yang Ciptakan Garis. Termasuk [Para] Pembuat Titik.

Pada titik ini, sumbangan Psikolog Amerika Joseph Luft [1916–2014] dan Harrington Ingham [1914–1995] di tahun 1955, Theory Johari Window [Jendela Johari] patut disyukuri. Teknik untuk membantu kepemahaman. Kepengetahuan. Mapping fakta dan menangkap alur sesungguhnya tentang [interaksi] kemanusiawian yang layak [terhadap objek].

Lalu apa orientasi dari catatan ini? Bisa jadi muncul dari kegaduhan fenom Mei NKRI yang makin banal dan binal. Seperti sedang memaksa rakyat untuk berpihak pada salah satu sisi yang terpolarisasi. Tapi harus munculkan muatan merengsek demi melukai lainnya.

Atas itu, tawaran catatan ini hanya sekadar untuk Berani Menarik Garis. Yaitu garis untuk keluar dari keterpengaruhnya kegaduhan ini; menjauh untuk memanfaatkan Fase Cegah tadi. Kembali ke Sistem Nilai Lokal [masing²] yang kaya Kearifan dan Kemurnian karena tidak saja menghargai Kemanusiaan juga ramah dengan Alam Raya※※※
#banggamenjadilamaholot

©francislamanepa | 16052017 | Larantuka | Lamaholot | Masih Indonesia |

Read More »
20.50 | 0 komentar

Sabtu, 25 Maret 2017

Galaksi Bimasakti Didorong Kekuatan Misterius


Galaksi Bima Sakti diduga kuat didorong kekuatan tidak nampak, melesat melintasi alam semesta dengan kecepatan 2 juta km/jam. Indikasinya adalah arah gerakan Bima Sakti menuju kluster Great Attractor.

Para peneliti astronomi sejak 30 tahun mengetahui, bahwa galaksi Bima Sakti bergerak dengan kecepatan relatif menembus jagat raya. Diketahui kecepatannya sekitar dua juta kilometer per jam. Tapi sejauh ini mereka belum mengetahui apa penyebabnya.

"Kini para peneliti menemukan ruang kosong di jagat raya di arah kebalikan gerakan Bima Sakti. Ini membuktikan adanya gaya dorongan saat tidak adanya gaya tarikan", ujar Brent Tully, pakar astronomi di Institute for Astronomy in Honolulu.

Pada tahun 1980 ada dugaan Bima Sakti "ditarik" menuju sebuah cluster atau awan galaksi yang bernama Great Attractor sejauh 150 juta tahun cahaya dari Bima Sakti. Tapi kini diketahui gaya penarik kemungkinan berasal dari kluster bernama Shapley Concentration berjarak sekitar 600 juta tahun cahaya.

Selain ada gaya tarikan yang lemah, kini bisa dibuktikan ada gaya gaib amat besar yang mendorong galaksi Bima Sakti dengan milyaran bintang dan planet di dalamnya, termasuk Tata Surya menembus jagat raya. Gaya dorongan berasal dari kluster Dipole Repeller.


Semua Bergerak di Alam

Para pakar astronomi juga menyebutkan, di alam semesta semua obyek terus bergerak, baik itu galaksi, bintang, planet maupun komet. Bumi berrotasi pada sumbunya dengan kecepatan 1.600 km per jam dan mengorbit mengelilingi Matahari dengan kecepatan 100.000 km/jam. Sementara Matahari  bergerak mengorbit inti di Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 850.000 km/jam. Dan galaksi Bima sakti juga bergerak bersama galaksi lain di Laniakea Supercluster dengan kecepatan 2 juta kilometer di jagat raya.

Manusia yang ada di Bumi tidak merasakan efek gerakan dengan kecepatan amat tinggi itu. Pasalnya semua obyek di jagat raya juga bergerak relatif mengikuti gerakan sistem planet dan galaksinya.

Para pakar astronomi menyebutkan, kluster galaksi dengan kepadatan bintang amat tinggi biasanya berperan sebagai "penarik", sedangkan kluster dengan jumlah galaksi dan bintang kecil, sering berfungsi sebagai gaya "pendorong" bagi galaksi lainnya. Pada Galaksi Bima sakti yang ada di pusat Laniakea Supercluster terlihat pola gerakan, ditarik oleh Shapley Atrractor dan didorong oleh Dipole Repeller.

Sejauh ini para pakar astronomi belum banyak memahami mekanisme Dipole Repeller maupun galaksi di dalamnya. Dengan memahami mekanismenya, diharapkan juga bisa meningkatkan pemahaman mengenai alam semesta dan bagaimana fungsi serta mekanisme yang menggerakannya.※※※(dw.com)


Read More »
19.54 | 0 komentar

Minggu, 25 Desember 2016

PESAN NATAL 2016 PAUS FRANCIS

Misa malam Natal 2016 di Basilika St. Petrus, Vatican (BBC.com)

Paus Fransiskus memperingatkan 1,2 juta milliar penganut Katolik Roma agar tidak 'dimabukkan' oleh harta, yang disampaikan dalam khotbah Natal tahunannya.

Dia menyerukan agar lebih banyak ketenangan hati dalam dunia yang terobsesi dengan "konsumerisme dan hedonisme, kekayaan dan pemborosan". Paus memperingati misa Malam Natal di Gereja St Peter di Basilika di depan sekitar 10.000 jemaat.

Pada Jumat (25/12) ini dia akan menyampaikan pesan Natal tradisionalnya dari balkon tengah di lapangan St Peter. Ketika memperingati Misa Natal, Paus mengatakan Natal merupakan waktu untuk "lebih banyak menemukan siapa diri kita".

Paus mengkritik dunia yang penuh dengan budaya ketidakacuhan

Dia menyerukan kepada umat Kristen untuk menunjukkan kesederhanaan Yesus ketika masih anak-anak,"diluar keilahian-Nya, dia lahir ke dalam jurang kemiskinan" agar menjadi inspirasi dalam hidup mereka.

"Dalam sebuah masyarakat yang seringkali dimabukkan dengan konsumerisme dan hedonisme, kekayaan dan pemborosan, penampilan dan narsisme, anak ini menyerukan kepada kita untuk bertindak dengan ketenangan hati, dengan kata lain, dengan cara yang sederhana, seimbang, konsisten, dapat melihat dan melakukan apa yang dianggap perlu," jelas dia.

"Ditengah sebuah budaya ketidakacuhan yang tidak jarang menjadi kejam, gaya hidup kita harus lebih saleh, dipenuhi dengan empati, belas kasih dan kemurahan hati."

Paus Fransiskus merefleksikan tema penting dalam tiga tahun menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik - kasih sayang, empati dan keadilan.

Misa Natal dilakukan dengan pengamanan yang ketat, dengan petugas kepolisian yang berjaga di sekitar Vatikan. Setiap orang yang pergi ke basilika, gereja terbesar di Christendom, harus melewati detektor logam.

Koresponden BBC mengatakan, Paus menggunakan khotbahnya untuk merefleksikan tema penting dalam tiga tahun menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik - kasih sayang, empati dan keadilan.

Paus mengatakan Natal merupakan waktu untuk "lebih banyak menemukan siapa diri kita".

"Dalam sebuah dunia yang sering kali tanpa ampun terhadap para pendosa dan lemah terhadap dosa, kita harus menumbuhkan rasa keadilan yang kuat, untuk memahami dan melakukan kehendak Tuhan," kata dia.

Suaranya terkadang terdengar serak- karena efek dari flu ringan yang dialaminya sejak awal pekan ini.***(Sumber BBC.com)

Read More »
21.48 | 0 komentar

Paus Fransiskus: Baca Berita Hoax Ibarat Makan Kotoran

Pope Francis

Vatican City - Paus Fransiskus kembali menggunakan terminologi yang tidak biasa bagi seorang imam ketika mengkritisi media terkait dengan penyebaran berita tanpa fakta atau hoax. Pemimpin tertinggi umat Katolik dunia tersebut menyebut mengkonsumsi berita ibarat memakan feses atau kotoran.

Seperti dilansir Guardian, Rabu, 7 Desember 2016, Paus mengimbau wartawan dan media menghindari jatuh ke dalam "coprophilia" atau situasi tak biasa saat seseorang sangat tertarik pada kotoran. Paus bahkan menyamakan pembaca atau penonton berita palsu berperilaku layaknya pengidap coprophagics, sang pemakan kotoran.

"Saya mengecam organisasi media yang berfokus pada skandal dan mempromosikan berita palsu sebagai sarana mendiskreditkan orang dalam kehidupan publik. Menyebarkan informasi yang keliru dan mencemarkan nama baik orang lain adalah sebuah dosa," kata Paus Fransiskus. 

Paus juga berbicara tentang bahaya menggunakan media untuk memfitnah rival politik. "Sarana komunikasi memiliki godaan tersendiri, mereka dapat tergoda oleh fitnah, dan karena itu digunakan untuk orang fitnah, mencemarkan mereka, ini di atas semua di dunia politik," tutur Paus, menambahkan.

Disinformasi potensi bahaya terbesar yang dapat dibuat media karena mengarahkan opini satu arah dan menghilangkan bagian lain dari kebenaran. Wawancara pada Rabu itu bukan pertama kalinya Paus berbicara dalam bahasa yang tidak biasa. Setahun sebelum terpilih, ia mengatakan kepada surat kabar Italia, La Stampa, hal yang sama.

Komentar terbaru Paus tersebut terkait dengan disinformasi dibuat dengan latar belakang perdebatan global atas proliferasi situs-situs berita palsu dan cerita yang menyajikan peristiwa melalui lensa yang sangat partisan. Di Amerika Serikat, beberapa pengamat mengatakan berita palsu mengubah hasil pemilihan presiden.

Pada 19 November 2016, pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, mengumumkan langkah baru untuk melawan berita palsu di medianya, menyusul imbauan Presiden Barack Obama yang menempatkan berita hoaxancaman bagi lembaga demokratis. Bukan hanya di Amerika Serikat, di berbagai belahan dunia publik disuguhkan berita hoax yang menyesatkan termasuk di Indonesia.***(Sumber Tempo.co)

Read More »
19.57 | 0 komentar

Kamis, 08 September 2016

Petarung Pemenang; Butuh Strategi Tak Lazim Selain Kemampuan!


Bertarung dengan Strategi Tak Lazim [Paradoks] dan Tanpa Beban, adalah ciri Petarung Sejati dalam tiap pertarungan; apapun itu! Apalagi dalam kondisi ekstrim [Suhu, Cuaca, Kebiasaan, dan Underpressure]. Kemenangan suatu pertarungan membutuhkan strategi dan taktis yang diluar pakem; diluar kebiasaan umum.
Race MotoGP 2016 seri ke-11 sirkuit Brno Republik Ceko [21/08], saking diluar dugaan, telah memecahkan beberapa rekor baru. Cal Crutchlow [35] untuk pertama kali sepanjang sejarah MotoGP berhasil tampil sebagai juara dengan sangat impresif. Tidak hanya itu, Inggris akhiri masa paceklik juara selama 35 tahun, angka yang sama sesuai nomor pembalap tim satelit LCR Honda [RC213V] itu.
Sirkuit Brno memiliki panjang lintasan 5,4 km dan lebar 15 m dengan 6 tikungan ke kiri dan 8 tikungan ke kanan serta mempunyai trek panjang 636 m. Seri berilangsung dalam 22 lap dengan total jarak 118,9 km atau 73,9 mil.
Kemenangan Crutchlow meruntuhkan sekian banyak prediksi para pakar, praktisi, hingga sekadar penggemar fanatic MotoGP. Ia tampil dengan posisi start 10, sangat tak menjamin masuk dalam 5 besar. Ia persis berada di bawah Pedrosa [9]. Urutan pertama Marquez sementara Rossi posisi 6.
Crutchlow membakar habis mimpi Rossi, Marquez, Lorenzo, bahkan para penunggang Ducati; Ianone dan Dovisiozo. Ia sangat tak dihitung. Dianggap pelengkap. Apalagi saat mulai race, sirkuit digenangi basah. Hujan masih terjadi. Rider yang merasa pakem dalam kondisi basah, tentu mengganggap peluang emas. Terutama Rossi dan rider Ducati yang terbukti sebelumnya sangat tangguh ketika hujan.
Hampir semua rider turun dengan tipe ban soft-soft [Depan-Belakang]. Kecuali salah satunya Rossi dengan Soft-Hard. Ini terbukti ketika lap awal, hanya yang gunakan soft-soft melaju memimpin race terdepan seperti tim Ducati. Rossi malah melorot hingga urutan 15.

Sama halnya dengan Crutchlow, sempat melorot posisi 15. Tapi Crutchlow memang petarung tangguh. Tipe bannya meskipun Hard-Hard [sangat paradoks], yang memang tak berfungsi maximal dalam kondisi basah, justru menukik pelan menuju posisi 10. Rossi yang semestinya masih sedikit tertolong karena ban depannya Soft, malah keteter.
Crutchlow malah merengsek makin cepat. Dan ketika berduel dengan pembalap Ducati merebutkan urutan pertama, pembalap nomor 35 ini berhasil meliwatinya, bahkan meninggalkan jauh para rider di belakangannya. Kondisi sirkut mulai mengering. Dengan pilihan tipe bannya, Crutchlow adalah petarung cerdas dengan strategi tak lazim. Disamping itu, ia tentu saja tidak terbebani urusan menjaga jumlah point. Ia bertarung “tanpa beban”.***Francis Lamanepa





Read More »
14.09 | 0 komentar

Selasa, 30 Agustus 2016

THE ROAD TAKEN; Jalan Berat Rajawali Terlahir Kembali


Rajawali [Elang, Garuda, sejenisnya] merupakan jenis burung yang satu-satunya dapat terbang paling tinggi. Daya jelajahnya dalam sehari mampu mencapai 400 km bahkan lebih. Fokus penglihatannya sangat mengagumkan, yakni sejauh 5 km. Tak Cuma itu, usia rajawali pada umumnya bisa mencapai 70 tahun. Tentang ini, tak banyak yang tau. Mengapa bisa berusia sedemikian panjang?

Diantara semua jenis burung, rajawali adalah burung yang paling panjang usianya. Umur seekor rajawali pada umumnya bisa mencapai 70tahun. Akan tetapi, pada saat rajawali mulai memasuki umur 40tahun rajawali harus melakukan suatu perubahan yang menyangkut hidup dan mati. Paruhnya akan bertambah panjang, membengkok hingga mencapai dada sehingga tidak memungkinkan bagi rajawali untuk bisa memangsa makanan lagi.

Cakarnya pun semakin tua, rapuh dan lemah hingga bulu sayapnya akan bertambah lebat dan berat sehingga rajawali tidak sanggup untuk terbang lagi. Di saat kritis itulah rajawali harus mau meluangkan waktu untuk memperbaharui dirinya sendiri. Rajawali hanya memiliki 2 pilihan pada saat itu : Mati Kelaparan atau Harus menjalankan dan melalui proses perubahan yang sangat menyakitkan.

Untuk menjalani proses perubahan ini maka rajawali berusaha keras terbang menuju puncak gunung yang tertinggi. Sampai di puncak gunung, rajawali harus mematahkan secara paksa paruh yang dimilikinya dengan cara membentur-benturkan paruh tersebut ke dinding batu yang keras hingga paruh tersebut sedikit demi sedikit terlepas dari mulutnya.

Setelah paruh tersebut terlepas rajawali harus mau dengan sabar menunggu hingga perlahan-lahan paruhnya mulai tumbuh kembali. Rajawali juga harus mencabut cakarnya yang sudah tua dan lemah agar kuku yang baru bisa tumbuh kembali dan puncaknya rajawali akhirnya juga harus mencabuti semua bulu di seluruh tubuhnya.

Dengan sabar rajawali harus mau menunggu proses re-generasi dan proses pembaruan tersebut dan mencari sinar matahari untuk mempercepat proses penyembuhan dirinya dan mempercepat pertumbuhan bulu-bulunya. Proses yang sangat menyakitkan ini dijalani rajawali dengan penuh kesabaran selama kurang lebih 6 bulan.

Saat inilah masa yang amat rentan terhadap keselamatan rajawali. Sangat rapuh. Sulit menjaga keselamatanya sendiri. Itulah sebabnya rajawali mesti mencari tempat tertinggi di puncak, yang sunyi dan sulit dijangkau oleh predator.


Pengorbanannya begitu dasyat. Teramat mahal harga yang mesti dilunasi. Akan tetapi dengan proses perubahan yang teramat menyakitkan ini, hasil yang didapat sebanding bahkan ditambah bonus yang menjanjikan; seekor rajawali sanggup untuk hidup lebih lama lagi hingga 30 tahun mendatang.*** Francis Lamanepa

Read More »
17.31 | 0 komentar

Tertawa Sehat Itu, 400 Sehari


"Mengapa kamu tertawa? Aku merasa disindir dengan ketawamu itu". Ungkapan sederhana semacam ini, sering kita jumpai dalam keseharian. Baik oleh sahabat kental bahkan dari saudara sekandung.

Sebelumnya saya telah 'berlaku murah' celoteh soal remeh-temeh tentang "Senyum". Kali ini masih tetap hal remeh-temeh. Tertawa =D Saya kira saya tidak bisa “tolerir” jika ada sahabat yang seharian tidak pernah tertawa. Kok bisa? Yak arena berpotensi bahaya karakter demikian, minimal di hari itu. Tertawa? Penting, Tuan dan Puan, Ama dan Ina, Tiu dan Tia jika bisa demikian. Ini sebuah kemewahan. Apalagi tertawa lepas dengan dasar kegembiraan.

Coba kita cek apa kata KBBI. “Tertawa adalah ungkapan rasa gembira, senang, maupun geli dengan mengeluarkan suara”. Dan tentu menular. Perhatikan baik-baik: Kata kuncinya Ungkapan Rasa Gembira melalui Suara! Sebab ada juga suara yang keluar dari tubuh bagian bawah. Tapi itu bukan ungkapan gembirakan? Hehehe.

Sejatinya manusia diberi anugerah-kekuatan tertawa sehari rata-rata 400 kali. Gila! Sayangnya, manusia dewasa cenderung terlilit dalam urusan rumit sehingga hanya mampu rata-rata sehari 15 kali. Lalu kemana anugerah yang 385 itu? Tentu saja disia-siakan! Kasihankan, diberi gratis malah diabaikan.

Yang masih utuh dan bulat sayangnya jadi milik anak-anak. Mereka mampu rata-rata 400 kali sehari tertawa! Mengapa bisa demikian? Sebut saja anak-anak belum tau cara melibatkan diri dalam menguras energi sia-sia. Belum mau menghamburkan energi berlebihan dalam dunia obrolan virtual dan bersitegang karenanya. Hahahahaha Ups? =D

Ya, manusia dewasa, apalagi yang sering terlilit emosi tak berguna, kehilangan anugerah 385 kali tertawa sehari. Kasihankan? Eit,,, sabar dulu. Ini bukan kata saya. Tapi hasil penelitian Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat.

"Padahal berbukti, tertawa bermanfaat bagi kesehatan," katanya. Merujuk hasil riset yang pernah dilakukannya, doktor bidang medis itu menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres lho...?

Apalagi? Orang yang percaya diri mempunyai kemampuan untuk menertawakan diri sendiri, dan tidak peduli seberapa buruk apa yang telah mereka lakukan. Orang yang percaya diri akan menerima kesalahan apapun saat melangkah dan bisa melanjutkannya kembali dengan tertawa lebar. Hal ini akan meminimalkan stres, dan mencegah buang-buang waktu yang bisa menyebabkan merusak diri-sendiri.

Tertawa bahkan bisa membantu kita dalam megelola kebugaran tubuh. Menurut penelitian, tertawa lepas akan menigkatkan denyut jantung dan bisa membakar sekitar 10-40 kalori dalam 15 menit.

Dari riset yang lain, psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University juga menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal 'puzzle'.

Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh.

Menurut para ahli itu, 20 menit terbahak-bahak tertawa, setingkat dengan lima menit aerobik dalam gerakan mendayung bahkan ada juga yang berpendapat, tertawa 1 menit sebanding dengan bersepeda 15 menit.


Maka dari sekarang, cobalah mengejar ketertinggalanmu memanfaatkan anugerah tertawa itu. Minimal sehari jangan hanya diangka 10 jari. Hahahaha.*** =D =D =D Francis Lamanepa

Read More »
17.22 | 0 komentar

SENYUM; Hal Mudah Berkhasiat

Senyum? Ya ini soal remeh-temeh. Mari coba berhitung. Berapa banyakkah dalam sehari anda tersenyum tulus? Tulus ini agak berat. Yang dasar dululah, OK? Pernahkah anda hitung jumlah senyum diri sendiri sehari? Lupa, om. Tak pernah itung, tante. :)

Ataukah sama sekali anda tak pernah tersenyum? Kalo yang terakhir ini, aneh, pasti anda alami kelainan. Bagaimana mungkin tak pernah tersenyum? Padahal senyum itu hak milik siapapun manusia. Tak perlu urus hak cipta atau hak paten berbelit-belit. Senyum itu bawaan asal manusia sejak lahir. Atau hari-harimu lebih didominasi cemberut, mewek, galau, emosional, marah, jengkel, iri hati dan kalap?

Padahal senyum itu merupakan tindakan yang lebih mudah ketimbang cemberut atau marah; meski jauh lebih mudah mengedipkan mata. Tapi senyum hanya membutuhkan sedikit kerja otot wajah dibandingkan dengan mewek [cemberut].

Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun beberapa lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.

Secara umum terdapat 43 otot yang ada di wajah seseorang, sebagian besar otot ini dikendalikan oleh 7 saraf kranial [biasanya dikenal sebagai saraf wajah].

Saraf-saraf ini keluar dari cerebral korteks dan muncul tepat di depan telinga. Saraf ini kemudian terbagi menjadi lima cabang utama yaitu temporal, zygomatic, buccal, mandibular dan serviks. Cabang-cabang ini menjangkau daerah berbeda-beda dari otot wajah yang memungkinkan seseorang membuat berbagai ekspresi.
Selain hanya menggunakan sedikit otot, tersenyum juga dapat memberikan manfaat lebih untuk orang tersebut dan orang-orang disekitarnya seperti memberikan energi positif serta mengubah suasana hati menjadi lebih baik. Karena itu tak ada salahnya untuk selalu tersenyum.*** :) :) :) Francis Lamanepa

Read More »
16.53 | 0 komentar

Senin, 22 Agustus 2016

Ensiklik Laudato Si Pope Francis

Paus Francis

Muasal

Secara etimologis, ensiklik berasal dari kata Latin “litterae encyclicae” yang asal muasalnya adalah kata Yunani `ekkuklios' yang berarti `according to…' dan kata `kuklos' yang berarti `circle'. Secara harafiah dapat diartikan “yang dikirim berkeliling”.
Dalam sejarah Gereja Katolik, pada mulanya ensiklik lebih dikenal dengan kata `circular' yang berarti surat edaran, surat yang berkeliling di antara para uskup dan uskup agung. Kemudian, mulai digunakan kata `litterae encyclicae' untuk menunjuk pada surat yang dikirimkan paus kepada para uskup. Sampai saat ini ensiklik digunakan untuk membedakannya dari  surat-surat paus yang lain dengan namanya masing-masing, misalnya: bulla, exhortasi apostolik, dll.

Ensiklik merupakan sebuah surat yang bersifat agung dan universal, biasanya teks resmi ditulis dalam bahasa Latin kemudian diterjemahkan ke pelbagai bahasa lain. Ensiklik dikirim kepada para patriark, uskup agung dan uskup di seluruh dunia, bahkan terbuka untuk seluruh umat Allah.

Isinya tidaklah pertama-tama untuk menyampaikan suatu dogma atau ajaran Gereja yang baru, tetapi terutama untuk lebih menggarisbawahi iman Gereja mengenai suatu tema yang aktual. Tujuannya adalah mengemukakan pokok-pokok penting dari ajaran Gereja, menganalisa suatu situasi atau keadaan khusus atau juga mengangkat seorang tokoh yang patut diteladani. Judul sebuah ensiklik biasanya diambil dari beberapa kata pertama dari keseluruhan teks ensiklik tersebut, di dalam bahasa Latin.

Ensiklik yang pertama dikeluarkan oleh Paus Benediktus XIV pada tanggal 3 Desember 1740, berjudul `Ubi primum'. Ensiklik Deus Caritas Est Paus Benediktus XVI ini merupakan yang ke-294. Paus Yohanes XXIII menerbitkan 8 ensiklik, Paulus VI menerbitkan 7 ensiklik dan Paus Yohanes Paulus II menerbitkan 14 ensiklik (yang terakhir adalah Ecclesia de Eucharestia, April 2003). Dari pengalaman nampak bahwa ensiklik perdana dari setiap paus menunjukkan `program' dari arah penggembalaan dan sekaligus semangat dasarnya sebagai pemimpin Gereja tertinggi.

Ensiklik Laudato Si  

Laudato si'  (bahasa Italia Tengah yang berarti "Puji Bagi-Mu") adalah ensiklik kedua dari Paus Francis. Ensiklik ini memiliki subjudul On the care for our common home (Dalam kepedulian untuk rumah kita bersama). Dalam ensiklik ini Paus mengritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global, serta mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil "aksi global yang terpadu dan segera".
Ensiklik tersebut, tertanggal 24 Mei 2015, dipublikasikan secara resmi pada siang hari (waktu setempat) tanggal 18 Juni 2015 dan disertai dengan konferensi pers. Vatikan merilis dokumen tersebut dalam bahasa Italia, Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis, Polandia, Portugis, dan Arab.
Ensiklik Laudato si' merupakan ensiklik kedua yang dibuat Paus Fransiskus setelah Lumen Fidei (Terang Iman), yang dirilis pada tanggal 29 Juni 2013. Karena sebagian besar isi Lumen fidei merupakan karya pendahulunya, Paus Benediktus XVI, Laudato si' umumnya dipandang sebagai ensiklik pertama yang seluruhnya adalah hasil karya Paus Fransiskus.
Untuk versi Indonesia, diterjemahkan oleh Martin Harun, OFM. Menurutnya versi Bahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Laudato Si bahasa Perancis. Versi Inggris itu memang enak dibaca, tetapi karena agak bebas dan idiomatis, dan melewati detail dan nuansa yang ditemukan sejajar dalam beberapa versi lain, kurang cocok untuk dijadikan teks dasar utama untuk terjemahan. Sementara memilih versi Prancis sebagai dasar utama untuk terjemahan Indonesia ini, versi Jerman dan Italia terus digunakan sebagai pembanding. Akan tetapi, bila suatu kalimat agak kompleks atau sulit diungkapkan dalam bahasa Indonesia, selalu diperhatikan pula jalan keluar yang diusulkan oleh versi Inggris.
Martin Harun, OFM menulis, Edisi Bahasa Indonesia ini mungkin masih jauh dari sempurna, namun diharapkan dapat membantu banyak pihak untuk lebih memahami dan segera menanggapi ajakan Paus Fransiskus yang prihatin atas situasi bumi dan dunia ciptaan Allah saat ini. Terima kasih kepada pembaca yang mau memberi usulan perbaikan terjemahan. Dan nanti masih akan ada edisi hard copy yang dengan teliti sedang dipersiapkan dan akan diterbitkan oleh Dokpen KWI.
Martin juga menulis beberapa catatan khusus terkait dengan edisi Bahasa Indonesia ini:
1. Kata yang bermakna jamak (misalnya, ‘cities’ dalam bahasa Inggris) yang harfiah diterjemahkan dengan pengulangan kata (‘kota-kota’), tidak akan diterjemahkan dengan memakai pengulangan itu kalau dari kalimat sendiri sudah cukup jelas bahwa maksudnya jamak atau umum. Juga dilakukan penghematan kata ‘sebuah’, ‘sesuatu’, ‘itu’, dan lain-lain sebagai terjemahan kata sandang dalam bahasa asing.
2. Kutipan Alkitab diambil dari Alkitab TB LAI/LBI (dengan memerhatikan juga revisi terjemahan yang sedang berlangsung, khususnya untuk Deuterokanonika, yang belum terbit). Nama kitab ditulis lengkap demi pembaca yang tidak terbiasa dengan singkatan.
3. Kutipan dari Dokumen Gereja yang sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia, misalnya dari Evangelii Gaudium, Centesimus Annus, Lumen Fidei, diambil dari Seri Dokumen Gereja Dokpen KWI, sejauh tersedia di tempat terpencil saya. Untuk kutipan lain hendaknya ditunggu ketelitian hardcopy Dokpen KWI nanti.
4. Terjemahan semua kutipan dari tulisan Fransiskus dari Assisi diambil dari terbitan resmi dalam bahasa Indonesia. Lihat catatan kaki.
5. Dalam menerjemahkan beberapa kutipan dari pengarang lain diusahakan untuk bertolak dari versi aslinya; misalnya kutipan dari Guardini diterjemahkan dari Laudato Si’ versi Jerman, kutipan dari Yohanes dari Salib dari versi Spanyol.
Semoga terjemahan Laudato Si’ dalam bahasa Indonesia ini berguna bagi banyak orang untuk semakin memiliki kepedulian terhadap bumi dan segenap alam ciptaan serta umat manusia. *** Dari berbagai sumber

Read More »
15.31 | 0 komentar